Sehari...
Baru sehari kau nikmati
Selesanya diiktiraf tanah sendiri
Tanah yang dulu menggulingmu
Tanah yang dulu membuangmu
Tanah yang dulu menyita dirimu.
Sehari...
Selepas sehari kau pulang
Kau kembali meninggalkan tanahmu
Kau tinggalkan segenap dunia
Setelah semua mereka mengetahui.
Aku yang mendengar
Dari sini tidak berapa jauh; tidak sejauh Stockholm
Dari sini tidak pula malap
Malap dengan perjuanganmu berkobar.
Moga-moga kau di sana nanti
Bersemadi jasadmu tenang
Bersemadi jiwamu girang
Tapi jangan disemadikan perjuanganmu
Biarkan mereka yang ada meratap
Terbakar api merdeka menyala.
Tengku Hasan Muhammad di Tiro.
25 Ogos 1925 – 3 Jun 2010.
05 Jun 2010
16 Mei 2010
06 Oktober 2009
Puisi Orang Yang Sudah Tua
Sekitarku seperti kelam
Sekitarku seperti sunyi
Dalam hingar, dalam bingar
...hanya aku yang tertumpu
pada pari-pari dihadapanku.
Perasaan ini bukan baru
Makin hari makin dibelenggu
Kamu,
Betapa luas kasihku padamu
Betapa dalam cintaku padamu
Betapa tulus aku menemanmu
Betapa tinggi aku menilaimu
Betapa sabar aku melayanmu
Betapa gembira aku disisimu
Betapa kamu...
Aku rindu.
Aku, aku ini yang sudah tua
Memang tidak punya apa-apa
Hanya hati yang mudah dilukai
Kamu yang masih muda
Terlalu banyak untuk dijelajahi
Bersimpang siur sebelum dinihari.
Sekilas pandang
Girang wajahmu
Sejauh terbayang
Lapang fikiranmu
Sekali terkenang
Gembira hatimu
Dan aku setia disini
Menanti belaian kadang-kadangmu.
Sekitarku seperti sunyi
Dalam hingar, dalam bingar
...hanya aku yang tertumpu
pada pari-pari dihadapanku.
Perasaan ini bukan baru
Makin hari makin dibelenggu
Kamu,
Betapa luas kasihku padamu
Betapa dalam cintaku padamu
Betapa tulus aku menemanmu
Betapa tinggi aku menilaimu
Betapa sabar aku melayanmu
Betapa gembira aku disisimu
Betapa kamu...
Aku rindu.
Aku, aku ini yang sudah tua
Memang tidak punya apa-apa
Hanya hati yang mudah dilukai
Kamu yang masih muda
Terlalu banyak untuk dijelajahi
Bersimpang siur sebelum dinihari.
Sekilas pandang
Girang wajahmu
Sejauh terbayang
Lapang fikiranmu
Sekali terkenang
Gembira hatimu
Dan aku setia disini
Menanti belaian kadang-kadangmu.
Langgan:
Catatan (Atom)
